17 September 2011
"Selamat datang Malang...." sambutku kepada teman-teman yang sama-sama ikutan mbolang di Malang. Lia, Afifah dan Nuri
Stasiun Malang Kotabaru di malam hari
Pilihan mbolang kedua setelah Semarang. Tetapi dengan personel yang berbeda. Oh ya, aku lupa belum menceritakan pengalaman mbolang-ku yang pertama di Semarang. InsyaAllah lain waktu aku akan cerita. Saat ini aku lagi semangat untuk cerita tentang Malang.
Awalnya hanya sekedar ingin mbolang. Namun teman sekamarku, menawarkan alternatif lebih. Tidak sekedar mbolang. Okelah, kali ini aku setuju denganmu.
Ide ini digagas sebulan yang lalu, sekitar bulan Ramadhan 1432 H. Ketika Lia, dapat info dari adik kelasnya. Info tentang seminar kepribadian yang dibawakan oleh Oky Setiyana Dewi (salah satu pemeran utaman dalam film KCB) dan juga penulis buku, Salim A.Fillah yang diselenggarakan oleh FIA-UB. Dan langsung disebarlah itu sms ke aku dan beberapa temannya. Dan untuk meramaikan, aku menyebarkannya juga ke beberapa teman (konon katanya kalau tidak disebar akan terkena musibah, hahaha).
Setelah mengumpulkan massa, H min 4 hari lebaran akhirnya si ketua rombongan, Lia (ketua rombongan otomatis), melakukan transaksi dengan si empunya kegiatan. 8 orang fix berangkat.
"Manusia hanya bisa berusaha, tetapi tetap Allah swt yang menentukan".
Kalimat yang cocok buat rombongan kami waktu itu. Si ketua panitia, beberapa hari sebelum keberangkatan memang memastikan kepada para kru ombongan untuk persiapannya. Mulai dari waktu keberangkatan, transportasi yang dipakai, sampai tempat buat kita menginap. Dan ternyata yang jadi berangkat ada enam orang. Itupun karena ada tambahan satu orang lagi, yang aslinya hanya lima orang. Karena keterbatasan info yang diperoleh, akhirnya kami ber-enam berangkat tidak barengan. Dua orang dari rombongan menyusul naik bis umum. Kita sudah berusaha, tetapi tetap ada yang Lebih Berkuasa untuk Menentukan.
Jadwal kereta kami jam 15.20 wib. Kereta ekonomi Penataran tujuan Surabaya-Blitar lewat Malang. Dan kami baru sampai di stasiun jam 15.30 wib tepat. (gud....). Demi menjaga kualitas kinerja dan peningkatan pelayanan, PT.KAI sudah mulai memberlakukan jadwal keberangkatan kereta yang on-time. Jadi kita ketinggalan kereta. Tapi alhamdulillah, ternyata masih ada jadwal kereta selanjutnya jam 16.20 wib.
Peminat kereta api ekonomi yang berjudul Penataran ini ternyata mempunyai banyak peminat. Jadi bagi kalian yang tergabung dalam fans club kereta api penataran, siap-siaplah bertarung memperebutkan kursi panas agar tidak mengalami pegal-linu (alias berdiri) saat perjalanan, apalagi perjalanan jauh.
Ngalam (bahasa khas orang Malang, yang suka membolak-mbalik kata), kami datang. Hua...seger. Kita seperti orang yang pertama kali saja menginjakkan kaki di Malang. Padahal juga sudah berkali-kali. Tapi suasana adem yang ada di sono, membuat kita sok seru, apalagi kalau di banding dengan Surabaya yang selalu panas. (Maklum wong kutho....:D)
Percaya atau tidak, kita nyampe di sana belum tahu mo nginep di mana jadinya. Karena teman yang berencana mo kita inepin, belum juga ada konfirmasi balasan sms. Info terakhir yang kita dapat, kita di inepin di asrama Etos cabang Universitas Brawijaya. Naik angkot AL trus turun depan UIN Malang. Trus habis gitu, ilang. Maksudnya belum ada kabar lanjutan, habis dari UIN kita menuju kemana. Maklum masih buta dengan kota Malang.
Berhubung kita kelaparan, dan kabar dari teman yang diinepin belum juga kunjung datang, akhirnya kita mutusin buat makan malam. Tengok kiri kanan ada beberapa warung makan yang buka dengan berbagai menu yang beraneka rupa. Dan pilihan jatuh pada warung "Indy" yang jual nasi uduk dengan berbagai jenis lauk.
Lia, "Bu, saya pesan nasi uduk dengan lauk ayam bakar."
Tyas, "Bu, saya pesan nasi uduk dengan lauk telor bali sama *** (lupa namanya apa)"
Nuri, "Bu, saya pesan pesan nasi rawon."
Afifah, "Bu, saya pesan nasi pecel dengan lauk paru."
Jadilah kami berempat melahap makanan, untungnya tidak sampai seperti orang yang kesetanan karena kelaparan. Sambil disambi sms-in, nelpunin mbak yang mo kita inepin malam ini.
Kebetulan aku dan Lia selesai makan duluan, jadi kami cabut duluan buat celingukan nyari em-mbak yang mo kita inepin yang ternyata sudah membalas sms kita. Dan ahaaaa...alhamdulillah mak, ketemu. Mbak-nya juga lagi celingkukan ternyata. Biasanya kalau ada orang yang saling celingkukan, berarti dua orang itu sedang saling mencari. Dan ini telah kami buktikan. (Bukti yang tidak valid).
Akhirnya kita semua sudah menyelesaikan makan dan dengan semangat mengangkat barang-barang menuju tkp, yaitu asrama Etos cabang Universitas Brawijaya. Tidak jauh juga ternyata, karena tidak lebih dari 5 menit kami sudah sampai.
Dengan sedikit berbasa-basi dan sedikit malu-malu (padahal malu-maluin) kami memasuki rumah itu. Dan baru aku tahu, bahwa kedatangan kita telah melewati jam malam di sana yaitu jam 8. (Padahal kalau di Surabaya jam 9 aja sepertinya masih kurang malam, karena masih banyak yang melanggar). Terus terang kami jadi ndak enak hati, merepotkan dan telah membuat pelanggaran terhadap jam malam yang berlaku di sana. Tapi nasi sudah terlanjur menjadi bubur, maafin kami ya dulur... Dan satu kesalahan lagi kami buat, yaitu ada 2 orang lagi yang masih tertinggal di jalan karena tadi naik bus dan kena macet. Mereka adalah Nastiti dan mbak Fitri. Akhirnya, dengan segala rasa malu yang sudah tidak berbentuk lagi, kami minta kepada mbak yang tadi yang ternyata adalah supervisor dari asrama tersebut untuk meminjam kunci. Supaya mbak nya bisa beristirahat dengan tenang. Aamiin... (loh????...)
Di tengah kegelapan dan kesepian jalan di gang itu, aku dan Lia menyusuri jalan berdua, untuk menjemput dua makhluk yang tertinggal tadi. Dan hureeeeee...ketemu. Alhamdulillah ya Allah, ketemu. Ternyata dua makhluk tersebut sedang enaknya nongkrong sambil mikir, "makan apa ya?", karena ternyata mereka belum makan juga. (kasihan....). Ya wes, di warung Indy yang Alhamdulillah (sepertinya malam itu, kami memang harus banyak-banyak bersyukur, karena begitu banyak limpahan rahmat yang telah diberikan-NYA) masih buka, "Bu, bungkus nasi lagi. Satu aja."
"Loh kok cuman satu?" tanya batinku. Ternyata sebelum kalimat itu keluar dari mulutku, salah satu mereka sudah bilang duluan, "Aku beli nasi goreng aja," (Ooooo....oke)
"Bang, bungkus nasi gorengnya satu ya."
Gang asrama di waktu pagi
Sesampainya kita semua di asrama, baru nyadar kalau kita adalah orang-orang yang ramai dan lupa kalau kita lagi numpang di tempat orang. So, pecahlah suara seperti pasar.
"Eh wes bengi, ayo turu-turu...."
18 September 2011
"Pagiiii...." riuhnya kami menyapa adik-adik asrama yang terlihat masih cukup ingin memanjakan diri di pulau kasur. Namun mbak supervisor cukup tegas juga, jadilah semua sholat berjamaah dan berlanjut merapalkan doa dan puji-pujian pagi secara berjamaah juga.
"Mbak, kita ijin jalan-jalan dulu ya...." kata kita,
"Iya, nanti saya berangkat dulu. Nanti kalian bareng dengan adik-adik yang asrama ya." kata mbak supervisor
"Baik kakaakkkk...." kata kita kompak (obrolan ini cukup aku lebih-lebihkan kok. Jadi jangan khawatir, kami tidak semanja itu. haha)
Yo wes, kita muter-muter kampus UIN malang dan juga kampus Unibraw bagian belakang.
Olahraga pagi keliling gedung kampus UIN Malang
Beristirahat sambil nampang
Di satu lorong kampus UIN Malang
Kampus UIN Malang
Salah satu lorong jalan setapak di kampus Unibraw
Kita pulang ke asrama, packing dan siap-siap meluncur ke tkp. Gedung Pertamina Unibraw.
Berulah sambil menuju ke tkp
Nampang dulu juga boleh
Wow, ternyata ada ular di sini. Ups...maksudnya antrinya mengular. Dan peminat terbesar adalah... ya anda benar. Mahasiswa putri. "Oke bro, kita ngantri dulu kalau begitu..."kata sang kapten.
Antrinya sampai terjepit di pojokan sono noh...
Akhirnya kita bisa masuk juga....
Adem
Dan kita akhirnya berpose bebarengan dengan si tuan rumah sebelum akhirnya kabur buat kembali ke kota perjuangan, Surabaya tercinta.
Sampailah kita di stasiun Kotabaru Malang
Bye..bye..Malang.
kapan-kapan ketemu lagi ya...
Gambar : by jepretan Tyas dkk