Entah ada angin apa yang membawaku untuk membuka blog itu. Blog milik salah satu penulis terkenal. Padahal kalau aku liat di sekeliling, hanya ada hembusan angin AC yang cukup membuatku renta sampai saat ini. Ah..mungkin angin hatiku-lah yang mengajakku.
Pelan-pelan kursor komputer aku geser, menyapu semua tampilan halaman di layar monitor. Oh..aku ingat. Aku membuka blog ini untuk mencari sebuah pesan yang ingin aku tampilkan di website tempatku menumpuk harta. Memang dasar diriku ini, penyakitku semakin hari kian parah saja. Satu per satu ingatanku hilang dalam sekejap. Semoga aku tidak melupakan-Mu wahai Pemilik Jiwaku.
Satu per satu tulisan yang terpampang di halaman blog itu, aku baca. Tidak biasa. Aku mulai tertarik dengan dirinya. Bahasa yang bagus dan penuh makna. Kursor aku geser menuju halaman berikutnya.... "Oh aku harus memilikinya"... Bisikan yang semakin kuat menerjangku. Apalagi di tengah tubuhku yang mulai lunglai untuk berdiri tegak.
Kucoba menghubungi seorang teman. Kebetulan teman inilah yang memperkenalkan aku pada salah satu dirinya. Teman yang baik. Di tengah kelemahan jiwaku dan kuatnya bisikan itu, dia malah menambahkan sebuah dukungan. Dan aku kalah.
Akhirnya, aku mengetik pada layar monitor. Aku memesan semua dirinya. Dirinya yang tertera dalam ACIME, YGYM, CS, Rahim, MPM, HBDM. Hal gila yang aku lakukan detik ini, menit ini, jam ini, hari ini dan bulan ini. Apalagi di bulan ini, tidak menutup kemungkinan kalau semua orang akan melakukan pembekakan pengeluaran untuk merayakan suatu kemenangan. Dan aku menambahinya dengan pembengkakan yang sungguh luar biasa. Hyaaaa....
Dan aku harus "siap-siap bangkrut" untuk itu.
"Di setiap hembusan nafas Ramadhan, masih menyimpan hembusan angin panas yang terkadang datang menghampiri, saat jiwa mulai terlalu jauh dari-NYA"