Berkali-kali kulihat arloji di pergelangan tangan kiriku. Sambil menengok arah kanan dan kiri di sepanjang jalan depan sekolah.
Haduh abang ini kok lama sih. Dia lupa apa, kalau dia masih ninggalin adiknya di sekolah. sambil tak terasa kalau aku sudah menangis.
Beberapa murid sekolah terakhir, sudah pamit duluan. Dan aku masih tersisa di depan gerbang sekolah dengan penuh kelaparan. Tega banget ni abang... ratapku dengan air mata yang semakin deras mengalir.
Mau telpon? Telpon kemana. Jaman SMA ku dulu tidak ada HP. Telpon rumahpun belum terpasang di rumah. Kalau aku diculik, pasti yang nyulik bakal bingung mo menghubungi siapa buat minta tebusan. Tapi untungnya tidak ada yang berminat buat menculik aku. duh melaseee...
30 menit berlalu...
60 menit berlalu...
Akhirnya kuputusin buat pulang sendiri ke rumah naik angkot yang otomatis harus oper dua kali sambil menahan mabuk darat. Ya Allah, lindungi hamba kecilmu ini...
Turun di jalan besar dan melanjutkan jalan menuju ke rumah dengan berjalan kaki. Maklum rumahku di desa. Jadi setelah turun jalan besar harus jalan kaki buat bisa sampai di rumah. Sampai di rumah, ternyata abangku sudah pulang duluan, Aaaarrrgggghhhhh....tega. Aku semakin menagis menjadi dan melaporkan semuanya ke ibuku. Aku marah. Benar-benar marah saat itu. Karena kejadian ini sudah berkali-kali terjadi. Tapi memang yang sebelumnya, aku selalu dijemput. Walau tetap saja harus menunggu, suweeee.... Tapi kali ini sangat keterlaluan. Abangku mengira aku sudah pulang dan dia memang lupa buat menjemputku.
Akhirnya sejak saat itu, aku mutusin buat bawa kendaraan sendiri, walau itu aku harus ngonthel dan berangkat pagi biar tidak telat.
Menunggu, bukan perkara yang mudah. Karena ada sesuatu yang diuji di sana. Hati, emosi dan pikiran kita. Mungkin aku dulu lebih banyak berpikir untuk emosi, marah dan tindakan negatif lainnya. Tapi sekarang aku berusaha menjadikan menunggu sebagai sebuah ujian hati, berapa sabarkah diriku. Ujian pikiran, seberapa kuat setan menggodamu untuk berpikir negatif. Ujian emosi, seberapa mampu kamu bisa tetap tersenyum. Karena mungkin orang yang sedang kita tunggu juga tidak ingin membuat kita menunggu. Walau menunggu itu harus menghasilkan kata suweeeee....
Semoga orang yang kita tunggu, berada dalam kondisi baik. Tidak terjadi apa-apa ataupun berada dalam kesulitan. Sehingga bisa segera datang dan bertemu dengan kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar