Minggu, 20 November 2011

Jogjakarta

Jogjakarta, siapa yang tidak kenal engkau. Kota unik yang penuh dengan magnet sejuta kenangan walau kita hanya sekali mampir ke sana.

29 Oktober 2011

Kali kedua, aku menjejakkan kaki di tanah Jogja. Dengan tujuan awal yang memang tidak jelas aku dan beberapa teman nekat berangkat ke sana. Berangkat dari stasiun Gubeng Surabaya sekitar jam 6 pagi naik kereta api pasundan dengan tujuan akhir stasiun Kiaracondong Bandung. Tapi rombonganku tidak berhenti di situ, melainkan di stasiun Lempuyangan Jogja.

Nyampe di stasiun, trus kemana? Terlihat banyak sekali tanda tanya yang melayang-layang di kepalaku dan teman-teman. Oke habis gitu kita nyari penginapa dulu. Karena kita semua cewek dan tidak mungkin tidur di masjid kan? Apa kata dunia?????

Ketemu!! Kita menginap di sekitar jalan Malioboro. Lumayan deket dengan pusat kota Jogja, Keraton Jogja.

Waktu itu sudah masuk musim penghujan. Jadi suasana sekitar Malioboro cukup mendung. Seperti ini:
"Sampah bikin Jogja gerah"

Menyusuri jalanan Malioboro sore hari ditemani rintik-rintik gerimis jarang, semakin menambah keromantisan waktu itu. (Tapi langsung bikin pilek. Hee). Walaupun begitu, aktifitas di situ tidak mati. Masih banyak aksi tawar menawar dalam jualan maupun penawaran jasa.
 Tukang parkir yang sedang sibuk menghitung sejumlah uang hasil kerjanya

 Tukang becak yang asik bercengkerama sambil menunggu penumpang datang

 "Rujak buah-rujak buah.."

 Penjual rokok (asongan)

Mbah-mbah penjual buah (murah pisan buahnya...)

Gerimis berhenti, tapi mendung hitam masih menggelayuti seluruh langit Jogja. Sore yang terang semakin terlihat gelap.

Walau mendung, pak becak masih setia menunggu penumpang di lapangan depan Keraton Jogja

 Lapangan depan Keraton Jogja

Pedagang asongan masih asyik menjajakan dagangannya


Karena capek sudah merasuki badan kita semua, akhirnya dengan sedikit desakan dari hujan yang mulai turun deras, kami memutuskan untuk menuju penginapan kami. Sambil menghimpun kekuatan untuk aktifitas besok.

30 Oktober 2011
Ternyata pagi di Jogja cukup dingin. Kebiasaan tubuh yang sudah akrab dengan panasnya Surabaya, langsung membuat hidung buntu. Tapi untungnya, air di kamar mandi tidak begitu dingin.

Setelah semua selesai berbenah kamar, maka siaplah kami untuk melangsungkan aktifitas hari ini. Untuk perjalanan kali ini rombongan di bagi menjadi dua. Rombongan pertama menuju pasar Bringharjo untuk belanja beberapa barang untuk keperluan bisnis yang sedang digelutinya. Rombongan kedua mendapat tugas tambahan, mencari tiket pulang dan selanjutnya meluncur ke candi Prambanan. Dan kebetulan aku ada di rombongan kedua.

Bapak supir andong yang siap mengantar kita ke stasiun Lempuyangan untuk membeli tiket pulang

Alhamdulillah tiket sudah di tangan. Dan siap meluncur ke Prambanan. Menaiki Trans Jogja dengan harga tiket Rp 3.000,00, kami di antar sampai di shelter Prambanan. Perjalanan yang cukup jauh membuatku terlelap sebentar di dalam bus. Dan ahayyy...alhamdulillah pucuk candi Prambanan sudah terlihat.


 Runtuhan candi-candi kecil yang belum selesai dipugar



 Beberapa pelajar yang sedang melatih bicara bahasa inggris dengan salah satu turis





Selesai muter-muter Prambanan, menuju ke shelter Trans Jogja lagi untuk kembali ke Malioboro. Namun setiba di sana, harus antri lama, karena Trans Jogja yang sedang terparkir di situ sedang diperbaiki. Kurang lebih selama satu jam aku dan rombongan kedua terdampar di situ.

Anak kecil yang bernasib sama dengan saya

Sampai akhirnya bus yang ditunggu-tunggu datang. Dan seperti perjalanan sebelumnya, rasa capek yang semakin menyelimuti menyihir saya untuk semakin cepat terlelap. Tidurr...!!!!
Sesekali terbangun dan mengintip ke luar jendela. Hujan. Dan aku kembali terlelap...
Sampai akhirnya tiba di Malioboro dengan kondisi jalanan basah dengan hujan yang masih meninggalkan rintiknya untuk bisa menyapa kami ketika turun dari bus Trans Jogja. Dengan sedikit berlari, aku dan rombongan bergerak cepat menuju ke penginapan.

Dan alhamdulillah, setelah selesai sholat, packing dan pamitan sama yang punya penginapan (alias check-in) kita berangkat menuju ke stasiun Lempuyangan dengan udara yang sudah panas. (memang cuaca sekarang susah untuk ditebak). 
Sesampai di stasiun, dengan membawa barang-barang yang cukup membuat wajah kita tidak terlihat (karena saking banyaknya, termasuk hasil belanjaan rombongan pertama, haha...) kita seperti TKI yang baru diusir majikannya, keleleran di pinggir rel kereta api. Karena kebetulan, kursi-kursi yang disiapkan di stasiun telah dipenuhi oleh penumpang yang lain. Tak apalah, alhamdulillah kita orangnya nrimo (loh...hehe).
Kurang lebih satu jam berselang kereta api yang ditunggu sampai juga di stasiun. Lalu naiklah kita ke dalam kereta. Dan menduduki singgasana di dalam kereta setelah berhasil mengusir orang yang menduduki tempat duduk yang nomornya tertera di tiket kami. (hahaha...maaf kalau kami kejam).

Surabaya, aku datang.
Jogja, tunggulah diriku. Aku akan datang lagi, InsyaAllah...


Gambar : hasil jepretan pribadi (Tyas)

2 komentar:

  1. kesini ntar ambe aku ya...:D *keakean rencana..hahaha

    BalasHapus
  2. iyo ki mbak.

    Semalem kan aku komen nang FB ne adhekku ya, tak bilangin, ayo ke sempu n semeru, langsung tadi dia sms, ngajakin tahun depan pas dia ke jawa. haha...

    BalasHapus