Senin, 06 Juni 2011

IDJO Team

16 September 2006

Kesempatan kali ini, IDJO Team beraksi di Tulungagung. Tepatnya di sekolah MAN I Tulungagung. Berangkat dari stasiun Gubeng Surabaya, kami ber-22 orang naik kereta api kelas ekonomi. Dan kereta yang beruntung itu bernama, Kereta Api Cepat Rapih Dhoho.


Kami berangkat dari stasiun Gubeng, mengambil jadwal keberangkatan yang kedua, yaitu sekitar jam 08.00 WIB. Bertampang layaknya "orang hilang" kami bersemangat dan penuh tekad. Dan di kota Tulungagung kami sampai sekitar jam 12.00 WIB. Karena jemputan kami belum datang, maka kami abadikan dulu setiap aksi kami di sana.

"Bang, becak bang. Sini dong...!!!"

"para pahlawan idjo yang siap beraksi"

"ternyata ada kisah romantisnya. Mas fajar bertemu dengan seorang cewek cantik" Ihiiirrrr..... (yang lain pada gigit jari dah. haha..)

Alhamdulillah selang beberapa menit, mobil jemputan datang. Dan ternyata "besar pasak dari pada tiang". Maksudnya, mobil yang bisa ngangkut cuman satu, sedangkan yang diangkut ada seabrek. Maka jadinya seperti ini deh....
"walaupun penuh sesak, kami tetap tersenyum, Hee..."

"tau aja ya mereka, kalau ada yang memotret dari belakang. senyum juga mas..."

"nyari udara segar di luar ahhh... (sambil teriak "keputih bang, keputih bang") lumayan sambil narik"

Idjo Team siap Beraksi

"baru sampai di TKP, "leyeh-leyeh" dulu ahh.."

"briefing dulu, buat matengin konsep biar seragam. 1+1=2."

"sebelum praktek, semua anak menyaksikan dulu mainan mas-mas dari Idjo Team yang muter-muter melewati garis putih. atau bahasa gaulnya mainan line tracer. keren kan."

Nah selanjutnya, para pelajar aliyah tersebut dibagi menjadi beberapa kelompok dengan jumlah anak tiap kelompok 5-6 orang. Dan masing-masing kelompok akan didampingi oleh mas-mas dan mbak-mbak dari Idjo Team. Hasil kreasi tiap-tiap kelompok akan dilombakan hingga ditemukan tiga hasil terbaik kreasi buatan mereka.

Selain line tracer, Idjo Team juga memberikan atraksi mainan roket. Yang dibuat dari bahan sederhana, yaitu botol minuman plastik yang besar yang diisi dengan air dan angin yang dipompa melalui pompa angin. Dan hasilnya, siuuuutttttt......clash.... roket pun meluncur beberapa meter jauh ke depan.

"persiapan buat meluncurkan roket"

"pasang dan sambung semua alat"

"siap-siap semua. karena roket siap meluncur"

Dan sayang sekali, sewaktu roket siap meluncur tidak ada dokumentasi yang bisa mengabadikannya. Termasuk akhir perjalanan kita ketika kembali ke Surabaya dengan menaiki kereta yang sama sewaktu berangkat ke Tulungagung, kereta ekonomi tercinta, Kereta Api Cepat Rapih Dhoho. Semoga Idjo Team senantiasa kreatif dan semangat dalam berkreasi untuk memajukan ilmu pengetahuan dan permainan anak-anak Indonesia. Aamiin...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar