"Bye-bye HP butut" ucapku girang sambil melepas paksa kartu operator dari dalamnya.
"Ini mbak," sambil menyerahkan kartu itu kepada mbak-mbak SPG yang melayaniku, kumasukkan HP bututku ke dalam tas.
Mbak SPG nya njelasin, cas cis cus, panjang lebar banget. Dan seperti biasa, aku hanya manggut-manggut sok paham. "Ah..gampang. Kalo tidak bisa tinggal buka buku petunjuknya." batinku sok tahu.
"Sebentar ya mbak, saya buatkan notanya," lanjut mbak SPGnya
"Oke mbak," sambil pelan-pelan ngeluarin duit. Agak gemetaran. Tengah-tengah antara tidak rela buat melepas uang sebanyak itu dan takut kalau ternyata duit yang kubawa kurang.
"Alhamdulillah, masih sisa 50 ribu. Hehehe.." batinku.
"Ini mbak uangnya. Satu juta tiga ratus lima puluh ribu rupiah. Kontan." jelasku seperti orang yang sedang ngucapin akad nikah. Trus langsung semua bilang "sah". Hehehe....ngawur!
"Asyik...HP baru akhirnya kudapat. Merah lagi. Waktunya melancarkan aksiku." batinku sesaat sebelum meninggalkan counter itu.
Si Reva yang selalu setia mengantarku kemana saja, tidak banyak komentar waktu itu. Dia hanya diam dan antheng waktu mengantarku pulang. Mungkin dia takut melihat wajahku yang penuh kemenangan. Apalagi saat aku berteriak,"Dengan HP ini, aku akan menguasai dunia. Hahahaha....!!". Dan sayangnya itu hanya terdengar dibatinku saja.
(Cerita aslinya kurang seram dari ini. Hahahaha... Selasa, 27 April 2010)
Hujan, dingin, Padi-Tak Hanya Diam
ITSOnline


Tidak ada komentar:
Posting Komentar